Sinopsis Story of Yanxi Palace Episode 2 part 2

Gao guifei ingin menghukum berat Yi pin karena tidak menghormatinya. Ratu berpendapat bahwa Yi pin melakukan hal itu karena khawatir dengan bayi Yu guiren. Tetapi Gao guifei tetap bersikeras untuk menghukum Yi pin karena kedudukan Gao guifei lebih tinggi, menghina yang kedudukannya lebih tinggi adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Gao guifei meminta Ratu untuk bersikap adil dan tidak memihak karena jika ratu tidak adil maka orang-orang akan meragukan kemampuan ratu untuk memimpin harem istana. Ratu pun marah atas perkataan Gao guifei. Yi pin berlutut memohon ampun kepada ratu dan meminta agar ratu tidak kecewa. Lalu Yi pin memohon kepada Gao guifei agar menghukumnya dan tidak menghukum Yu guiren. 

Yingluo sedang membersihkan meja sendirian. Dayang Zhang datang dan mereka berdua mengobrol. Yingluo bertanya pada dayang Zhang apakah dia mengenal Wei Yingning ( kakak Yingluo). Dayang Zhang terdiam sejenak lalu berkata bahwa dia tidak mengenal Yingning. Yingluo tidak percaya, kemampuan menjahit kakaknya sangat bagus tidak mungkin dayang Zhang tidak kenal. Dayang Zhang berdalih bahwa nama "ning" dari karakter ketiga dari nama kakak Yingluo adalah nama gadis dari Gao guifei, nama selir tidak boleh diucapkan sembarangan jadi kemungkinan kakak Yingluo menggunakan nama lain. Dayang Zhang kemudian melarang Yingluo mengucapkan nama itu dan bertanya kepada orang lain. 

Dayang Zhang mengajak Yingluo dan seorang dayang ke istana Yonghe (istana Yu guiren) untuk mengukur baju Yu guiren yang sedang hamil. Di depan istana Yonghe mereka melihat Yi pin berlutut dan ditampar oleh dayang Gao guifei. Dayang tersebut menampar muka Yi pin hingga berdarah, Yu guiren memohon agar Yi pin tidak ditampar lagi. 

Yingluo dan dayang Zhang sedang mengukur badan Yu guiren, Yu guiren keadaannya sedang tidak baik, Yu guiren berkata obat loquat itu ada racunnya, tetapi mengapa tidak ketahuan. Yingluo terlihat memikirkan hal itu. Dayang Yu guiren meminta agar Yu guiren tidak memikirkan hal itu namun Yu guiren tetap berpikiran pasti obat itu ada racunnya. Yingluo tiba-tiba berkata daun loquat tua tidak memiliki racun tapi daun yang muda memiliki racun. Yingluo menjelaskan sewaktu kecil dia suka memakan buah loquat, lalu dia tidak sengaja memakan biji buahnya, kemudian Yingluo tidak bisa bernafas dan muntah-muntah. Setelah itu seseorang memberi tahu bahwa yang dijadikan obat adalah daun loquat yang sudah tua, sedangkan daun yang muda dan bijinya mengandung racun. Dayang Yu guiren berpendapat pasti obat tersebut terbuat dari daun loquat muda namun dalam jumlah yang sedikit sehingga tidak terdeteksi. 

Yu guiren ingin mengajak Yingluo bertemu ratu. Dayang Zhang memohon agar Yu guiren tidak mengajak Yingluo karena Yingluo adalah dayang baru, dayang Zhang ingin melindungi Yingluo agar Yingluo tidak terlibat masalah itu. Akhirnya Yu guiren setuju dan pergi menemui ratu sendiri. 

Sesampainya Yu guiren di istana ratu, lagi-lagi Mingyu berkata bahwa ratu sedang tidak enak badan dan tidak ingin menemui siapapun, kemudian Mingyu dengan cueknya masuk ke kediaman ratu dan menguruh kasim yang menjaga pintu untuk menutup pintu. 

Yingluo terlihat sedang berlutut di depan rumah jahit, temannya yang melihat hal itu bertanya-tanya mengapa Yingluo tiba-tiba berlutut, apakah Yingluo berbuat salah? Ada seorang dayang yang menjawab bahwa Yingluo berkata salah sehingga dayang Zhang menghukumnya. Matahari sudah terbenam dan Yingluo masih berlutut. Pagi harinya Yingluo ternyata masih berlutut sambil melihat kelangit, dayang Zhang menghampirinya dan bertanya apa yang sedang dilihat Yingluo. Yingluo menjawab bahwa beberapa jam ini ada 2080 awan yang bergerak, ada 302 awan yang berwarna dan yang lainnya berwarna putih. Dayang zhang menganggap Yingluo yang sedang dihukum malah bersenang-senang dan Yingluo tidak menyadari kesalahannya. Yingluo berkata apa salahnya dia memberitahu Yu guiren tentang daun loquat muda yang mengandung racun. Dayang Zhang berkata apakah Yingluo tidak takut kepalanya dipenggal?(sepertinya karena dokter istana yang memeriksa obat tidak tahu bahwa daun loquat muda beracun, berarti perkataan Yingluo mempermalukan dokter istana tersebut jadi Yingluo yang statusnya rendah bisa-bisa dipenggal kepalanya) Yingluo tetap pada pendiriannya bahwa yang dia katakan adalah benar.

Dayang Zhang mengajak Yingluo ke istana Yi pin, di dalamnya terlihat Yi pin yang mati gantung diri, Yingluo sangat kaget. Yu guiren menangis di istananya. Yingluo dan dayang Zhang ke istana Yu guiren. Yu guiren yang melihat Yingluo langsung berlari memegang Yingluo dan meminta Yingluo berkata kepada semua orang tentang kebenarannya bahwa Gao guifei ingin membunuh bayinya dan Yi pin berkata benar. Yu guiren dengan agresif sambil memegang Yingluo. Dayang Zhang pun melerai dan mengajak Yingluo pergi. 

Di jalan dayang Zhang menasehati Yingluo, Yingluo beruntung karena Gao guifei tidak mengetahui tentang Yingluo yang tahu bahwa daun loquat muda itu beracun. 
Yingluo heran mengapa Yi pin bunuh diri, mengapa dia tidak melawan. Yingluo berkata jika yang mengalami itu dirinya dia akan menunggu dan yakin suatu saat kebenaran akan terungkap. 

Yingluo sedang memukuli sebuah pohon, dia kesal mengapa kakaknya mati dengan tragis, mengapa Yi pin gantung diri, dunia sangat tidak adil. Karena sangat kesal Yingluo terus menerus memukuli pohon itu. Kepala kasim Li yang melihat Yingluo memukuli pohon menjadi marah, Yingluo langsung bersembunyi. Kasim Li kembali ngomel kenapa Yingluo malah sembunyi, bukannya berlutut karena kaisar mau lewat. Yingluo pun akhirnya berlutut. Dayang Zhang melihat kejadian itu dari kejauhan. 

(Nah ini adalah salah satu adegan favorit saya 😀 )
Kaisar :"Siapa yang memperbolehkanmu melukai arwah pohon cemara?" 
Yingluo :"Bolehkah hamba bertanya apa itu arwah pohon cemara?" (Yingluo masih berlutut menyembah kaisar) 
Kasim Li :"Kurang ajar!  Ini adalah arwah pohon cemara (sambil menunjuk pohon yang tadi dipukuli Yingluo), bahkan ada papan yang ditulis oleh kaisar sendiri digantung disini. Biasanya banyak orang yang ďatang dan menyembah pohon ini. Kamu berani melukai arwah pohon cemara !!" 
 Kaisar :"Seret dia, pukul 30 kali." 
Sebelum sempat diseret Yingluo berkata bahwa dia baru saja masuk istana, tidak mengetahui tentang arwah pohon cemara dan Yingluo memiliki alasan mengapa dia memukuli pohon itu.  

(Photo and content credit : iQiyi) 

Komentar